Sabtu, 04 Mei 2019

Fenomena Cinta Dalam Diam


Fenomena Cinta Dalam Diam
Cinta adalah sebuah hakikat yang tak satupun bisa mendefinisikannya dengan sempurna. Karena, masing-masing memiliki rasa yang bergradasi dan berbeda-beda. Satu definisi tak mungkin bisa mewakili hakikat yang tinggi dari cinta itu sendiri. Mungkin, untuk sebagian orang akan mengetahui dan menyadari dengan sendirinya bahwa ‘virus cinta’ telah menjalar serta merasuk  pada dirinya. Yang akhirnya dari virus tersebutlah berbagai fenomena bermunculan, baik positive maupun negative. Yang  kadang pula menjadi sumbangsih besar dalam memberikan pengaruh pada aspek sosial maupun agama dalam kehidupan.
            Sebagai contoh, Cinta yang awalnya suci yang berfungsi sebagai perangkat manusia untuk menyempurna, kini banyak yang menyalahgunakan sebuah kata atas nama cinta, yaitu hanya dengan ungkapan “Aku cinta Kamu.” kata yang dimana seharusnya sesuatu yang sakral dan murni, malah menjadi tiket untuk masuk ke dunia yang merusak moral anak bangsa. Diawali dari penyalah gunaan kata, sehingga munculnya  prostitusi, LGBT dan Fenomena lainnya yang merusak tatanan negara  berasaskan pancasila.
            Mungkin jika ditinjau dari fenomena-fenomena tersebut, memang sulit untuk menahan perasaan yang sebenarnya sangat mudah untuk diungkapkan. Tapi bagi seseorang yang ingin sukses dalam hal cinta, bukanlah menjadi tantangan, jika kita mengaplikasikan sebuah perasaan kedalam lafaz (Kata) yang lumrah dan mudah untuk semua orang lakukan.  Seperti yang diungkapkan oleh Ustad Akbar Shaleh dalam pelajaran mantiq dengan tema ‘ Perpindahan Dari Makna Ke Lafadz’ bahwa  “Jagalah kesucian dari hakikat cinta yang tinggi, dengan tidak menjadikan sebuah lafaz yang terbatas, mewakili dan menampung seluruh dari makna sebuah cinta. Sebenarnya, hal itulah yang  akan membuat hakikat cinta itu tidak dianggap tinggi lagi, karena lafaz  telah membatasi makna dari cinta yang hanya dengan ungkapan singkat “Aku cinta kamu”. Jadi, bersyukurlah bagi seseorang yang masih menjaga hakikat cinta yang tinggi itu dengan selain lafaz .” begitulah kurang lebih ungkapan Ustad Akbar yang sangat menarik dan cocok jika kita sandingkan dengan konteks kali ini.
     Kenapa sebelum menikah, kita tak bisa mengungkapkan perasaan dengan lafaz?  Karena, dimulai dari sebuah lafazlah akan menimbulkan berbagai kejadian-kejadian yang menjadi penyimpangan agama maupun sosial, seperti yang disebutkan tadi. Maka dari itu, berdo’a dan berharap pada sang Pemilik Cinta, mungkin akan menjadi peringkat nomor satu dalam istilah ‘Cinta Sejati’. Tak hanya itu, berbagai cara untuk membuktikan bahwa kita mencintai seseorang mungkin bisa dilakukan dengan membuktikan bahwa kita bisa mengaktualisasikan semua bakat yang kita miliki. Mungkin, salah satunya dengan membuat karya seni yang hebat dalam bidang musik, puisi,gambar-gambar animasi, karya tulis dan lain lain yang akan bermanfaat bagi dirinya ataupun sekitarnya. Bahkan mungkin, dengan hal itu Sang Pemilik Cinta tak akan pernah membiarkan usaha seorang hambanya akan mencapai hasil ‘kecewa’. Maka dari itu, selalu berusaha memperbaiki diri, mengaktualisasikan potensi, berdoa, dan diam, mungkin akan menjaga kesucian cinta yang agung, dan tak terbatas.Sehakikat cinta. Semoga kita bisa bersatu dengan dia yang kita sebut dalam doa dan dia yang kita cintai pun dapaperti kisah cinta Sayyidah Fathimah dan Ali Bin Abi Thalib yang tertandingi kesuciannya dalam menjaga t mengetahui akan rasa yang kita  miliki ini.!! Semangatttttt!!!!!


Fenomena Cinta Dalam Diam

Fenomena Cinta Dalam Diam Cinta adalah sebuah hakikat yang tak satupun bisa mendefinisikannya dengan sempurna. Karena, masing-masing m...